Dua tahun lalu, gue baru pindah ke Jakarta buat kerja pertama. Gaji UMR, kos sempit di Tebet, dan tabungan yang kayak lagu “sebentar lagi habis”. Suatu Jumat malam, gue iseng buka aplikasi kereta dan lihat tiket Jakarta–Yogyakarta cuma Rp180 ribu kalau naik ekonomi malam. Tanpa pikir panjang, gue checkout. Sabtu pagi gue udah duduk di angkringan Malioboro sambil nyeruput kopi joss, ditemani bapak-bapak yang lagi main catur.
Itu jadi solo trip pertama gue. Pulangnya, dompet gue masih ada isi. Sejak itu, gue sadar: jalan-jalan sendirian ke Jogja itu bukan cuma murah, tapi juga semacam reset buat kepala yang penuh deadline kantor.
Kenapa Jogja Cocok Buat yang Baru Pertama Kali Solo Trip?
Kalau kamu baru lulus, baru kerja, atau baru pindah ke kota orang, Jogja itu pilihan paling aman buat solo trip pertama. Bukan karena Jogja “wajib dikunjungi” — tapi karena kota ini ramah banget buat orang yang belum pernah jalan sendirian.
Transportasinya gampang. Ada Trans Jogja yang tarifnya flat Rp3.500 sekali naik. Ada ojek online yang harganya masih masuk akal. Warung makannya di mana-mana, dan kamu bisa makan sepiring nasi gudeg + telur cuma Rp15 ribu. Bahasa orangnya juga lembut, jadi kamu nggak akan merasa asing meski datang sendiri.
Baca juga: Moms, Liburan ke Danau Toba Itu Gak Serumit yang Dibayangkan
“Solo trip bukan soal kabur dari masalah. Kadang cuma soal ngasih diri sendiri ruang buat bernapas tanpa ada yang nyuruh.”
Yang paling penting: Jogja nggak menuntut kamu punya itinerary padat. Mau rebahan di penginapan sampai jam 10 pagi? Boleh. Mau muter-muter Malioboro sampai tengah malam? Juga boleh.
Rincian Budget Rp500 Ribu untuk 3 Hari 2 Malam
Angka ini berdasarkan pengalaman gue sendiri, ya. Bukan estimasi ngawang. Gue pakai kereta ekonomi malam, nginep di hostel dekat Prawirotaman, dan makan di kaki lima.
Transportasi: Rp260 Ribu
- Kereta ekonomi Jakarta–Jogja (PP): Rp180.000
- Trans Jogja + ojek online selama 3 hari: Rp80.000
Kalau kamu dari kota lain, sesuaikan aja harga tiketnya. Yang penting prinsipnya: pilih kereta ekonomi malam biar bisa tidur di perjalanan, jadi nggak perlu bayar penginapan ekstra.
Informasi selengkapnya bisa dibaca di 18TOTO.
Penginapan: Rp120 Ribu
- Hostel dorm 2 malam @Rp60.000: Rp120.000
Hostel di Jogja itu banyak banget, terutama di sekitar Sosrowijayan dan Prawirotaman. Dorm room isi 4–6 kasur, ada AC, sarapan roti gratis. Kalau kamu belum pernah nginep di dorm, coba sekali. Seru, karena bisa ketemu traveler dari berbagai kota — bahkan dari luar negeri.
Makan: Rp90 Ribu
- Sarapan (gratis dari hostel): Rp0
- Makan siang + malam 3 hari @Rp15.000: Rp90.000
Gudeg, soto, angkringan, nasi kucing — semua di bawah Rp20 ribu. Jangan tergoda makan di kafe instagramable kalau budget kamu mepet. Simpan uangnya buat hal lain.
Baca Juga: Momen paling seru selalu lahir dari keputusan yang spontan!
Masuk Tempat Wisata: Rp30 Ribu
- Candi Prambanan (pelajar/mahasiswa): Rp25.000
- Museum Sonobudoyo: Rp5.000
Bawa kartu mahasiswa kalau masih aktif. Banyak tempat wisata di Jogja kasih harga khusus pelajar, dan selisihnya lumayan.
Untuk topik 18TOTO - Cara Verifikasi Akun Pragmatic Play Terbaru Agar Transaksi Lancar Tanpa Kendala, baca ulasan lengkapnya di sini.
Total: Rp500.000 pas. Nggak lebih.
Itinerary Santai yang Nggak Bikin Capek
Gue sengaja nggak bikin itinerary yang jam per jam. Solo trip itu justru enak kalau fleksibel. Tapi kalau kamu butuh gambaran, ini yang gue lakuin waktu itu:
- Hari 1: Tiba pagi, check-in hostel, sarapan, lanjut jalan kaki ke Malioboro. Sore nyusuri gang-gang kecil ke arah Keraton. Malam makan angkringan sambil dengerin musik jalanan.
- Hari 2: Pagi ke Prambanan naik Trans Jogja. Siang balik ke kota, mampir Museum Sonobudoyo. Sore ngopi di Prawirotaman. Malam nyoba kopi joss di angkringan Lik Man.
- Hari 3: Pagi jalan-jalan di Alun-Alun Kidul, sewa sepeda hias kalau mau. Siang beli oleh-oleh (yang murah: bakpia pathok, yang penting jangan beli di toko dekat stasiun). Sore kereta pulang.
Nggak ada Candi Borobudur di daftar? Iya, sengaja. Tiketnya Rp50 ribu lebih dan butuh waktu setengah hari. Buat trip pertama, skip dulu. Simpan buat kunjungan kedua.
Hal-Hal yang Gue Pelajari Setelah Beberapa Kali Solo Trip
Pertama, jangan terlalu percaya sama review hostel di internet. Baca komentar terbaru, bukan yang setahun lalu. Kedua, selalu bawa powerbank dan uang tunai secukupnya — nggak semua warung di Jogja terima QRIS.
Untuk topik 18TOTO - Cara Verifikasi Akun Pragmatic Play Terbaru Agar Transaksi Lancar Tanpa Kendala, baca ulasan lengkapnya di sini.
Ketiga, dan ini yang paling penting: berani ngobrol sama orang asing. Waktu itu gue kenalan sama cowok dari Surabaya di dorm, dan kami akhirnya jalan bareng ke Prambanan. Sampai sekarang masih kontak-kontakan. Solo trip bukan berarti kamu harus sendirian sepanjang waktu.
Keempat, jangan bandingin perjalanan kamu sama feed Instagram orang. Foto-foto estetik di Prambanan itu biasanya diambil jam 5 pagi waktu sepi. Kalau kamu datang jam 10, ya bakal rame. Itu normal. Nikmatin aja.
Kalau kamu anak kos yang lagi mikir “kapan ya bisa liburan?”, jawabannya: sekarang. Nggak perlu nunggu gaji naik, nggak perlu nunggu punya pacar buat jalan. Modal Rp500 ribu dan keberanian buat checkout tiket kereta aja udah cukup. Jogja nggak akan ke mana-mana, tapi umur kamu terus jalan.